Sekolah Bundamika

by | Mar 26, 2018 | 0 comments

Mungkin ada sekitar kurang lebih dua tahun lamanya hingga menjadi sebuah kelas yang cukup untuk kaka dan adek. Bismillah, pelan-pelan dan konsisten akhirnya terwujud memiliki ruangan khusus untuk kegiatan positif, tentu saja untuk perkembangan mereka.

Entah punya meja kursi duluan atau papan tulis, setiap perjalanan membuat saya makin bersyukur, dimulai dengan niat dijalani dengan usaha dan dibarengi dengan doa. Kenapa saya merelakan ruang tv ini menjadi Sekolah Bundamika? Karna bahagia sekali melihat anak-anak diberi ruang khusus untuk mengeksplorasi keingintahuan mereka, ruang untuk banyak bergerak dan bermain.

Makin kesini makin banyak koleksi buku, karna saya niatkan minimal membeli satu buku dalam satu bulan, tujuannya agar kami punya banyak bacaan sehingga minat baca mereka tinggi, suka buku dan memahami hikmah cerita. Tantangannya ya bagaimana saya wajib menjadi story teller terbaik buat mereka, jadi bebek ya jadi kucing, suara anak kecil, suara kendaraan dan sebagainya.

Ada ayunan dan perosotan, pojok pretend play dokter-dokteran juga masak-masakan. Tidak semua mainan saya beli, sebagian saya buat sendiri. Dulunya pengumpul kardus bekas, tapi karna tidak pandai menyimpan dan merawat mainan berbahan kardus bekas pada akhirnya semua harus saya relakan untuk pergi dari lemari kami. Dan kini saya lebih mencintai kain flanel dan artfoam sebagai bahan utama membuat mainan #DIYBundamika.

Saya menyukai metode Montessori, dalam metode ini ada istilah Well Prepared Environment. Dari sinilah saya mewujudkan kata-kata ini menjadi nyata dalam Sekolah Bundamika. Saya siapkan materi belajar yang bisa dijangkau oleh mereka dengan jongkok ataupun berdiri. Semoga kedepannya koleksi mainan untuk matematika, sensorial, bahasa dan lainnya lebih lengkap untuk anak-anak. Ingat ya, perlahan tapi konsisten.

0 Comments

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.