Melanjuti postingan sebelumnya, bunda share lagi ya jadwal belajar Mika di area yang lain. By the way, kenapa saya buat berbeda dengan jadwal di sekolah? agar anaknya tidak bosan dan aktivitasnya beragam, dan untuk menyempurnakan stimulasi diusianya yang sekarang.

Apakah semua kegiatan dalam satu bulan di display pada rak belajar di rumah? Yes! Tapi gantian alias raknya gak muat hahaha. Jadi sebagian di minggu pertama, sebagian di minggu kedua dan seterusnya selama sebulan. Apakah selalu diliriknya? Tidak selalu.

Anaknya paling suka bermain figur Hello Kitty beserta doll house dan mega blocksnya, namun saya beri dia waktu khusus belajar yaitu selepas sholat magrib. Jadi setelah kami sholat berjamaah, saya ajak dia untuk murajaah hafalan Quran dan Hadistnya sebagai lanjutan dari sekolahnya.

Disinilah area Agama Islam yang tidak saya dokumentasikan juga tidak dipost di media sosial  (instagram). Selepas murajaah kami belajar bersama. Saya beri dia kesempatan memilih mana yang dia minati diantara kegiatan yang saya display pada rak belajarnya.

Nah moms, jadi setahu saya dalam 24 jam kita harus berikan waktu khusus untuk menemani buah hati belajar dan bermain bersama, waktu dimana kita fokus tidak sambil memasak atau mencuci atau hal lainnya.

30 menit lamanya sengaja dilakukan setiap hari agar menjadi kebiasaan baik baginya yang mungkin kelak akan digunakan untuk mengerjakan PR atau kegiatan belajar dari sekolah formal.

Jadi setelah dia pulang sekolah apa yang ada di rak tidak selalu diliriknya namun saya disiplinkan untuk belajar pada petang hari dan membebaskan dia untuk memilih materi mana yang ingin dipelajarinya dahulu.

I homeshool my childreen not to prepare them for tests, but to prepare them for life.

Tamara L. Chilver

Sains: Weather & Season

Materi ini banyak sekali hahahha, jadi di bulan Agustus kami hanya mampu menyelesaikan dua kegiatan yaitu autumn dan summer.

Maka kami akan lanjutkan untuk bulan selanjutnya yaitu September. Karena tinggal di Indonesia yang tidak memiliki autumn atau musim gugur maka kami belajar lewat buku.

Dalam buku yang kami baca dikatakan bahwa autumn identik dengan dedaunan yang berubah warna menjadi kemerahan dan kecoklatan serta berguguran.

Karena itu kegiatan yang bunda pilihkan adalah nature walk dan leaf collage. Berjalan menikmati alam sembari bermain dedaunan kering, beginilah kehebohan kaka dan adik bermain bersama.

Kegiatan selanjutnya adalah leaf collage. Mengumpulkan daun-daun lalu direkatkan dengan lem pada secarik kertas.

Setelah Autumn kita lanjutkan dengan tema Summer. Kegiatan yang kita lakukan adalah main pasir yeaaayy layaknya orang-orang yang menikmati musim panas di pantai. Berikut dokumentasinya..

Saya menggunakan pasir ELC yang dibeli eceran lewat aplikasi shopee. Pasirnya rekomen banget karna dimainkannya bersama dengan air bikin betah anak-anak.

Setelah selesai pun saya tinggal jemur hingga kering. Bisa dipakai lagi dan lagi hehe. Saya sendiri lebih suka bermain pasir asli ini ketimbang pasir ajaib.

So, bulan September nanti akan dilanjutkan pelajaran tentang spring dan winter, juga pengenalan bermacam-macam cuaca. Hopefully, bisa diselesaikan semua!

Biologi: Apple Life Cycle

Pada area biologi bunda sajikan kegiatan siklus hidup apel. Pertama-tama menggunakan batu kali, bunda lukis step by step siklus hidup apel. Mulai dari bijinya hingga tumbuh menjadi pohon apel.

Lalu bermain “matching game” menggunakan batu-batu yang telah dilukis dan buku yang dimiliki di rumah.

apple life cycle
matching game

Selain menggunakan batu kali yang dilukis, bunda juga download printable disini http://survivingateacherssalary.com untuk digunakan dalam kegiatan mempelajari siklus hidup apel.

Oia buku yang kami pakai berjudul “Look! There is order” bukunya bagus untuk menanamkan akidah sejak dini, poin dalam bukunya mengajarkan bahwa apel tidak tumbuh dengan sendirinya, siklus yang dipelajari mengajarkan bunda dan kaka bahwa ada Allah yang menciptakan dengan sempurna dari sebutir biji hingga menjadi pohon apel besar yang buahnya bisa dinikmati dan bijinya bisa ditanam kembali.

Back to printable, yang mewarnai printable adalah bundanya hahaha. Jadi fokus kegiatannya adalah bukan Mika diminta untuk mewarnai namun bisa menyusun urutan siklus hidup apel.

Karena sesungguhnya dia tidak suka mewarnai maka jika diminta untuk mewarnai hanya akan membuat mood belajarnya lesu 🙁

Penting sekali untuk menyertakan buah apel buat saya, saat dibelah anak-anak bisa menyentuh bijinya, memakan buahnya sambil belajar bagaimana prosesnya hingga mereka bisa menikmati buah apel yang dimakan.

Practical Life: Membuat Simpul Pita

Dulu sempat baper karena Mika belum bisa mengikat. Sedang saya tengok anak lain kok bisa ya bahkan di usia 3 tahun… Syukurnya perasaan baper dibuang jauh!! Selalu yakin bahwa Mika punya waktunya sendiri kapan dia benar-benar ingin mencobanya, mengulanginya, hingga menguasainya.

Dan akhirnya di usia menjelang 5 tahun dia suka sekali mengikat-ikat apapun itu 😀 Dengan menggunakan bola gobi, Mika bunda ajak untuk belajar membuat simpul pita sederhana.

Kadang dia marah karna hasilnya tidak sempurna, kadang dia gembira karna bisa melakukannya dengan baik. Yang wajib adalah bundanya untuk tetap sabar menuntunnya membuat simpul pita.

membuat simpul pita menggunakan bola gobi

PAI: Al Fatihah, An Naas, Al Ikhlas

PAI adalah singkatan dari Pendidikan Agama Islam. Materi yang diberikan hanya melanjutkan dari sekolah. Karna ada buku penghubung antara guru dan orang tua, jadi memudahkan bunda untuk mengulanginya di rumah.

Awalnya kepikiran juga, dirasa terlalu berat untuk Mika. Tapi saya berusaha positive thinking dan mengingat kembali kenapa saya memilih sekolah yang sekarang, ya karna saya ingin dia berada di lingkungan yang baik untuk agamanya.

Nanti saya juga mau share tulisan tentang “Sekolah Konvensional dan Montessori di Rumah” semoga segera dirilis halaaaah hahaha 🙂

Okay, so untuk PAI yang bunda lanjutkan di rumah adalah hapalan surah Al Fatihah, An Naas, Al Ikhlas. Hafalan hadist sholat dan niat. Doa sebelum dan sesudah makan.

Lalu menghapal 5 nama surah beserta artinya yaitu Al Fatihah (pembukaan), Al Baqarah (sapi betina), Ali Imran (keluarga Imran), An Nisa (wanita), dan Al Maidah (hidangan).

Wow berat banget yaaa “:( ternyata emang berat kalau dipikirkan sekaligus, namun ketika saya menjalaninya harian dan diulang-ulang ternyata anaknya bisa!

Sekian jadwal di bulan Agustus, kita akan bertemu kembali dengan jadwal belajar di bulan September yaa.

Ada beberapa kegiatan yang belum dilakukan, tapi saya sebisa mungkin mengikuti jadwal yang telah saya buat. Seperti skipping, mencuci piring, dan mengelompokan benda berdasarkan warna, ukuran dan bentuknya.

Semoga bulan-bulan selanjutnya saya bisa konsisten melakukan kegiatan sesuai jadwalnya, yeaah hopefully 😀 Semoga bermanfaat…

%d blogger menyukai ini: