Rak Belajar Kaka dan Adek

by | Apr 6, 2018 | 8 comments

Sempat ada kebingungan bagaimana ya mengelompokkan kegiatan untuk kaka juga adek? Selisih umur mereka dua tahun. Tidak semua kegiatan kaka bisa dilakukan adeknya namun jika ter’display’ dirak belajar maka tak jarang si adek mencoba dan bermain sesukanya, semisal tangga manik manik, paling sering dicampur jadi satu lalu dijadikan bahan masakan untuk dapur mininya huhuhu. Semenjak melihat tayangan youtube tentang kelas Montessori waaaah seperti dapat suntukan semangat dan makin jatuh cinta dengan metode ini. Perbedaan usia kaka dan adek bukan persoalan, justru menggabungkan anak dengan usia berbeda diharapkan anak yang lebih kecil bisa belajar dari anak yang lebih besar. Itulah yang yang bisa saya rasakan sekarang, adek lebih cepat menguasai sesuatu dan senang melakukan sesuatu karna melihat aktivitas kakanya secara langsung.
Saat ini saya tengah berbenah, mengevaluasi apa yang harus disajikan untuk mereka. Saya memutuskan untuk menambah rak belajar dan menyediakan spot untuk meningkatkan kemandirian mereka. Dulu karna keterbatasan tempat, saya selalu rolling kegiatan semingu dua kali. Namun kedepannya saya berharap bisa menyajikan lebih banyak aktifitas tanpa kerepotan rolling isi kegiatan. Mulai dari kegiatan keterampilan hidup, area sensorial, matematika, budaya dan geografi juga bahasa.

8 Comments

    • ratna

      Aaahh so happy 😍😘

      Reply
  1. Chusnul chotimah

    Mbak apakah montessori bisa diterapkan bagi anak2 yg orang tuanya tidak mampu bahkan kekurangan?

    Reply
    • Bunda

      Bisa mba.. Montessori itu metode yang memberikan kesempatan anak untuk belajar mandiri dan percaya diri. Aparatus itu penting tapi bukan segala-galanya, banyak yang bisa kita pakai bahkan benda-benda yang ada di rumah mba. Misal area keterampilan hidup, kita bisa pakai yang ada di rumah, mangkuk kecil, sendok kecil, gelas mini, dll. Sekilas kalau lihat aparatus wow ya mahal harganya, tapi coba lebih dipahami lagi mba filosofinya.. Beberapa material saya bikin sendiri mba ☺️

      Reply
  2. zilha

    mba ratnaaaa kamu sangat mengispirasi.. terima kasih yaaah

    Reply
    • Bunda

      Aamiin…insyaAllah semoga selalu bisa berbagi kebaikan 💕💕 semoga bermanfaat ya mba postingan dari saya hehe…

      Reply
  3. Yani Melita Siregar

    Pengen buat seperti bunda Mika tp dananya belum cukup. Hal yg bisa saya lakukan selama ini hanya bisa beli buku satu setiap bulannya. Dan itupun dengan harga yg tidak begitu mahal. Pengen DIY hasilnya ga memuaskan. Jadi give Up sendiri jd nya mba. 😂😂😂

    Reply
    • Bunda

      Saya juga mulainya pelan-pelan bunda… Gak langsung brek semua lengkap 😂 Asal konsisten, kalau saya gak punya dana biasanya DIY hihi. Home education gak melulu tentang materialnya tapi gimana kita punya komitmen untuk punya “waktu spesial” dengan buah hati 💕 don’t give up ya mom, yuk kita bahagiakan anak-anak ☺️☺️

      Reply

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Tentang Penulis

Ratnassaleh

Ibu Rumah Tangga dengan dua anak. Saat ini tengah menjalankan profesi sebagai Home Educator untuk kedua putrinya Mikayla (4) dan Mentari (2).